Apa pun tantangan Anda sebagai manajer armada, ada cara untuk memantau perilaku pengemudi dengan bantuan perangkat lunak telematika.
Artikel ini akan membahas tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk memberdayakan pengemudi dan meningkatkan perilaku mengemudi armada. Semuanya akan memberikan banyak manfaat bisnis yang tidak dapat Anda abaikan.
Selain itu, Anda akan menemukan beberapa faktor yang memengaruhi perilaku pengemudi dan penilaian pengemudi yang dapat membantu memastikan Anda mempekerjakan pengemudi yang tepat.
Apa Itu Perilaku Pengemudi?
Perilaku pengemudi dapat didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan pengemudi saat mengoperasikan kendaraan bermotor. Ini pada dasarnya adalah metode mengemudi dan karakteristik pengemudi, baik disengaja maupun tidak disengaja. Biasanya, perilaku pengemudi dicirikan pada spektrum dari normal hingga berisiko dan agresif.
Jika Anda merupakan seorang manajer armada, penting untuk memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi metode pengemudi Anda. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kemampuan pengemudi Anda untuk menilai risiko dan membuat keputusan di jalan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pengemudi
1. Gangguan/Distraksi
Tindakan apa pun yang mengalihkan pandangan pengemudi dari jalan dianggap sebagai gangguan. Gangguan yang umum terjadi adalah penggunaan smartphone untuk pesan teks dan menerima panggilan saat mengemudi.
2. Mengemudi sembrono
Tindakan seperti ngebut, melewati lampu lalu lintas, berpindah jalur tanpa indikasi, atau mengemudi terlalu cepat dapat membahayakan pengguna jalan lain, yang semuanya dianggap mengemudi sembrono.
3. Kelelahan
Terlepas dari bahaya tertidur di jalan, pengemudi yang lelah mungkin memiliki reaksi yang lebih lambat daripada pengemudi yang siaga, sehingga lebih sulit untuk merespons bahaya di jalan yang tiba-tiba.
4. Usia dan pengalaman
Ada banyak bukti yang menyatakan bahwa usia dan pengalaman berdampak pada risiko kecelakaan. Misalnya, pengemudi remaja memiliki tingkat kecelakaan yang lebih tinggi daripada pengemudi yang berusia di atas 25 tahun.
5. Mengemudi di bawah pengaruh (driving under influence)
Mengemudi dalam keadaan mabuk atau dalam pengaruh obat-obatan ikut menyumbang banyak kasus kecelakaan di Indonesia. Tidak hanya alkohol, narkotika dan obat-obatan terlarang juga menjadi salah satu penyebabnya.
Jenis Penilaian Perilaku Pengemudi
Setelah memahami faktor-faktor perilaku mengemudi di atas, Anda juga perlu memastikan apakah Anda sudah mempekerjaan pengemudi yang tepat untuk armada Anda. Salah satu caranya adalah dengan menilai perilaku, keterampilan, dan juga pengetahuan mereka.
Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menilai perilaku pengemudi, beberapa di antaranya, adalah:
1. Kuesioner perilaku pengemudi
Pengemudi ditanyai tentang cara mereka mengemudi setiap hari, dan dapat menunjukkan dalam skala (0 = tidak pernah dan 5 = hampir sepanjang waktu) seberapa sering mereka melakukan setiap perilaku mengemudi dalam daftar.
2. Sikap terhadap skala keselamatan lalu lintas
Anda bisa memberikan mereka pertanyaan terkait pandangan mereka terhadap keselamatan berkendara. Hal ini akan memberikan gambaran tentang perilaku mereka dan juga pemahaman terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku.
3. Analisis transaksional perilaku pengemudi
Tes ini akan membantu Anda memahami bagaimana pengemudi bereaksi di bawah tekanan dan gaya kerja mereka. Anda akan mendapatkan informasi tentang cara mereka mengatur pekerjaan, waktu, dan komunikasi mereka.
6 Cara Meningkatkan Perilaku dan Keselamatan Pengemudi
1. Menetapkan kebijakan keselamatan
Perusahaan harus membuat kebijakan, prosedur, dan ekspektasi keselamatan untuk dipatuhi oleh pengemudi. Kebijakan ini harus diperlihatkan dan ditandatangani oleh manajer dan pengemudi, serta ditinjau secara berkala. Dengan demikian komitmen perusahaan dapat membuktikan komitmen dalam mengurangi kecelakaan, cedera, dan kematian terkait lalu lintas.
2. Periksa catatan pengemudi
Periksa catatan dan riwayat mengemudi sebelum menyewa pengemudi kembali. Anda dapat menyaring mereka yang memiliki riwayat mengemudi yang buruk, untuk menghindari insiden di masa mendatang.
3. Melatih pengemudi
Cara terbaik untuk menerapkan metode mengemudi yang aman adalah dengan melatih pengemudi Anda tentang protokol keselamatan. Tunjukkan pada mereka konsekuensi dari perilaku mengemudi yang berisiko, ngebut berlebihan, mengemudi yang kurang fokus, dan banyak lagi. Anda juga dapat mengirim mereka ke kursus perilaku pengemudi untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang lebih baik.
4. Motivasi pengemudi Anda
Memberikan pelatihan akan memotivasi dan mendorong pengemudi untuk memberi performa lebih baik. Berdayakan pengemudi dengan skema penilaian yang tepat untuk keberhasilan, menciptakan kebiasaan berkendara yang positif.
Anda juga dapat membuat program insentif untuk memberikan pengemudi penghargaan atas perilaku berkendara yang baik. Hal ini akan memotivasi mereka untuk meningkatkan kebiasaan mengemudi.
Data dari platform manajemen armada dapat digunakan untuk menyarankan perilaku berkendara yang baik. Misalnya, jika Anda melihat data tentang salah satu pengemudi yang sering berhenti, Anda bisa memberitahu pengemudi tersebut secara langsung. Jika studi kasus sampaikan dalam dalam sesi pelatihan, ini juga akan memotivasi pengemudi lain.
5. Pemeliharaan kendaraan
Jika kendaraan Anda dirawat dengan baik, Anda akan memiliki armada yang lebih aman secara keseluruhan. Mereka akan berjalan lebih baik di mana Anda dapat mencegah kecelakaan di jalan raya dan melindungi pengemudi Anda.
Secara real-time, Anda bisa mendapatkan peringatan jika ada kerusakan mesin, bantalan rem yang aus, fluktuasi oli dan air, dan diagnostik lainnya, sehingga Anda tahu kapan Anda perlu menservis kendaraan Anda.
6. Gunakan perangkat lunak telematika kendaraan
Gunakan data cerdas dari platform manajemen armada untuk mendapatkan wawasan tentang perilaku dan metode mengemudi yang Anda butuhkan. Anda akan dapat mengikuti acara seperti ngebut dan pengereman yang keras, dan menerapkan sistem untuk menghentikan insiden ini di jalurnya.

Cara Meningkatkan Perilaku Pengemudi Melalui Platform Manajemen Telematika Armada
Pemantauan ini tentunya juga akan meningkatkan performa pengemudi sehingga usia penggunaan kendaraan dapat menjadi lebih panjang. Berikut adalah bagaimana platform manajemen armada dapat membantu Anda:
1. Laporan perilaku pengemudi
Anda bisa mendapatkan laporan data kartu skor pengemudi dari platform manajemen armada dan mengetahui berbagai informasi yang dibutuhkan. Anda juga bisa melihat status kendaraan seperti idling (menyala tapi tidak bergerak), mengemudi agresif, mengebut, dan perilaku berisiko lainnya.
Anda juga bisa mengakses laporan terperinci untuk setiap perilaku berkendara, seperti melihat rincian lokasi, durasi, hingga jarak yang ditempuh dengan mengebut. Jika terjadi pemborosan biaya bahan bakar, Anda bisa mencocokkannya dengan laporan produktivitas untuk melihat kemungkinan penyebabnya.
Laporan perjalanan sesuai permintaan juga dapat diambil jika Anda ingin menganalisis dan membandingkan semua kendaraan serta pengemudi yang menggunakannya. Data laporan akan membantu manajer armada untuk mengambil keputusan real-time untuk mengatasi kendala.
2. Peringatan dan pengingat perilaku pengemudi
Dengan semua tugas harian yang dihadapi manajer armada, platform manajemen armada akan membantu dengan adanya fitur peringatan dan pengingatnya. Manajer dapat mengatur peringatan perilaku pengemudi dan menerima info yang mereka rasa perlu. Jadi mereka dapat membuat peringatan pemicu saat kunci kontak menyala dan mati, dan memilih ke mana mereka ingin peringatan itu dikirimkan, misalnya email. Atau dapatkan peringatan secara real-time saat aturan keselamatan tidak dijalankan, dan segera ditindaklanjuti.
Pengemudi juga bisa mendapatkan peringatan pencegahan di dalam kabin secara real-time, sehingga mereka tahu kapan mereka melanggar aturan jalan atau pelanggaran keselamatan. Misalnya, jika mereka tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Buat juga pengingat untuk hal tertentu, contohnya Anda ingin diingatkan untuk memastikan rute tertentu yang ditempuh pengemudi, untuk melihat apakah kecepatannya stabil.
3. Kamera berteknologi AI
Anda bisa menggunakan sampai dengan 8 kamera internal dan eksternal kendaraan untuk menjaga keamanan pengemudi, armada, kargo. Kamera ini dapat mendeteksi perilaku berisiko seperti mengantuk, tidak fokus, merokok, dan sebagainya.
Selain itu, monitor dalam kabin juga dapat membantu pengemudi untuk melihat potensi bahaya dan mengurangi blind spot. Rekaman yang tersimpan dengan kamera ini dapat Anda jugakan untuk investigasi kecelakaan dan membantu proses klaim asuransi.
Tidak hanya itu, manajer armada juga dapat menggunakan rekaman perilaku berkendara yang buruk untuk studi kasus dan memberikan edukasi untuk pengemudi.
Manfaat Meningkatkan Sistem Pemantauan Perilaku Pengemudi
Untuk memenuhi semua kebutuhan terkait pemantauan perilaku mengemudi, Anda dapat memercayakannya pada Cartrack. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan:
- Mengurangi biaya karena perilaku pengemudi yang buruk dapat dimonitor dan kecelakaan dapat dicegah
- Memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang ada di perusahaan Anda
- Identifikasi perilaku mengemudi yang berbahaya untuk memastikan kepatuhan terhadap keselamatan di jalan dan untuk melindungi armada Anda
- Lindungi pengemudi Anda karena mereka akan diberi tahu secara real-time jika mereka tidak mengemudi dengan benar
- Memberikan pertanggungjawaban dengan tag atau identifikasi ID pengemudi
- Menghemat biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan, serta meningkatkan umur panjang kendaraan Anda
Maksimalkan keamanan pengemudi dan armada Anda dengan software manajemen armada dari Cartrack. Hubungi kami dengan klik tombol WhatsApp atau dengan mengisi data pada formulir di halaman ini.










